Waspada ISIS Sejak Dini
Oleh: Rosya Megawati
Sidoarjo, 8 Januari 2015
Dampak perubahan zaman menuju era
globalisasi di abad ke- 21 ini tidak hanya memberikan pengaruh terhadap
perkembangan ekonomi dunia, seperti adanya area perdagangan bebas
(AFTA). Akan tetapi, zaman globalisasi juga memberikan pengaruh terhadap
dimensi ideologi suatu bangsa di seluruh dunia. Artinya, adanya
globalisasi telah menghapus garis-garis pembatas antara negara satu
dengan lainnya, sehingga seluruh negara di dunia ini seakan-akan menjadi
satu tanpa adanya batas teritorial. Situasi yang demikian telah
mengakibatkan persebaran ideologi negara lain mampu berekspansi di
negara-negara lainnya. Contohnya saja paham Islamic State of Iraq dan Syria (ISIS) yang telah berkembang di Indonesia hingga saat ini.
ISIS merupakan paham ideologi yang bersifat
radikal dengan meminjam idiom agama sebagai legitimasi gerakannya. Inti
dari ajaran ideologi ISIS ialah menginginkan di dunia ini dipimpin
hanya satu pemimpin dengan sistem pemerintahan satu dibawah pimpinan
kekhalifahan, yakni khilafiyah atau negara khilafah (negara Islam).
Selain dari konsep ketatanegaraan khilafah merupakan konsep yang
menyimpang dan harus dihancurkan bagaimanapun caranya, sehingga
acapkali kata “jihad” dijadikan sebuah alasan untuk melegalkan segala
aksi mereka, meskipun dibalik itu semuanya mengandung kekerasan yang tak
manusiawi.
Ancaman ISIS terhadap negara Indonesia
tidak main-main. Indonesia menjadi negara yang mayoritas penduduknya
muslim menjadi sasaran empuk bagi kelompok ISIS untuk memperluas
gencatan aksinya. Hal tersebut apabila tidak dipikirkan solusi menangkal
paham ISIS secara kritis dan aplikatif, maka dapat membahayakan
keutuhan NKRI. Padahal NKRI merupakan salah satu pilar kehidupan
berbangsa dan bernegara di Indonesia. Terlebih lagi, sasaran ISIS ialah
para generasi muda Indonesia di tingkat pelajar dan mahasiswa.
Bahaya paham ISIS tidak hanya menjadi
tanggung jawab pemerintah, polisi, TNI, saja. Akan tetapi Ancaman ISIS
telah menjadi tanggung jawab seluruh elemem bangsa, mulai dari lingkup
bterkecil seperti keluarga, hingga lingkup mayor, yakni masyarakat dan
mpemerintah. Oleh karena itu, semua elemem bangsa harus saling bergotong
royong dan bersinergi untuk mencari solusi yang aplikatif dalam
menangkal dan membasmi paham ISIS dari pola pikir masyarakat Indonesia.
Hal ini dapat dilakukan melalui lingkungan keluarga dengan cara
memberikan pemahaman pengetahuan terhadap agama dan wawasan nusantara
secara paripurna dan komprehensif oleh orang tua terhadap anak-anaknya.
Hal itu dilakukan agar di dalam diri anak-anaknya terbangun kesadaran
kritis dan kepekaan sosial atau kepedulian terhadap lingkungan sekitar.
Jadi, sebelum mengambil keputusan yang salah, maka alangkah lebih
baiknya kenali identitas bangsa dan agamamu, lawan dan kawan, dan lingkunganmu!