Selasa, 31 Desember 2019

SALAM TAHUN BARU


SALAM TAHUN BARU

Salam tahun baru kawan!
Tahun penuh harapan
Ajang untuk perenungan diri
Bukan sebuah perayaan semata

Salam tahun baru negeriku!
Tahun untuk belajar saling menghargai dan menghormati
Belajar untuk merekatkan diri
Belajar saling memaafkan dan bersatu

Salam tahun baru bangsaku!
Bangsa yang besar dan beragam
Penuh cobaan dan musibah
Ajang untuk saling mengetuk pintu hati

Salam tahun baru sahabatku!
Tahun lalu adalah masa lalu
Tahun baru adalah harapan baru
Mari bersama-sama mengukir asa

Tahun baru untuk negeriku
Tahun baru untuk bangsaku
Tahun baru untuk sahabat dan kawan
Tahun baru untuk dunia

Selamat tahun baru dunia!
Tahun untuk merajut sebuah perdamaian
Tahun saling menebar kebaikan
Tahun untuk menghapus kebencian dan pertikaian

Salam tahun baru untuk semua
Tahun belajar untuk memahami diri
Tahun untuk mendewasakan diri
Tahun untuk mengarifkan diri

Sidoarjo, 27 Desember 2017


PUISI : APA KABAR NEGERIKU


APA KABAR NEGERIKU?
Oleh: Rosya Megawati

Apa kabar negeriku
Apa kabar ibu pertiwiku
Apa kabar saudara tanah airku
Apa kabar bangsaku

Kini hingar bingar kontestasi politik telah usai
Perbedaan pilihan pun telah sirna
Tak tahu siapa yang menang dan kalah
Tapi... itu bukanlah yang sebenarnya

Sebenarnya... kita adalah merah putih
Darah kita Indonesia
Kita ini saudara sebangsa dan setanah air
Bangsa beta, bangsa kamu, bangsa mereka, dan bangsa kita semua

Janganlah hanyut dalam keegoisan kekuasaan
Janganlah bangga dengan kehebatan politik identitas
Janganlah merajut kesombongan dan kebencian
Janganlah menciptakan spekulasi semu dan ketidakpastian

Wahai negeriku, Saatnya kita merajut tali persatuan
Saatnya kita menebarkan benih perdamaian
Saatnya kita menanam benih cinta kasih Tuhan
Saatnya kita mendidik diri untuk sabar dan berjiwa besar

Apa kabar wahai negeriku
Semoga kau baik-baik saja
Semoga Ibu pertiwi tak lagi meneteskan air mata
Semoga anak-anakmu rukun, damai, dan bahagia

Apa kabar bangsaku
Semoga bangsa ini masih merah putih
Semoga bangsa ini tetap kokoh dan teguh
Semoga bangsa ini bersahabat dan bersatu

Apa kabar saudaraku
Semoga kita bisa bercanda seperti dulu lagi
Semoga kita bisa hidup bersama tanpa kecurigaan
Semoga kita bisa saling peduli satu sama lain

Apa kabar wahai ibu pertiwiku
Semoga kau mampu mendidik anak-anakmu dengan ketulusan dan kejujuran
Semoga kau bisa berbuat adil pada anak-anakmu
Semoga kau  bisa menanamkan kearifan dan cinta kasih pada hati anak-anakmu

Mojokerto, 30 April 2019

SELAMAT DATANG TAHUN BARU (SEBUAH PUISI SEDERHANA DARIKU UNTUK NEGERIKU TERCINTA)


SELAMAT DATANG TAHUN BARU
Oleh: Rosya Megawati

Selamat datang tahun baru
Kemegahanmu mengindahkan dunia
Kemeriahanmu meramaikan dunia
Suaramu merobohkan kesunyian dunia

Selamat datang tahun baru
Selamat datang awal baru
Selamat datang bulan baru
Selamat datang hari yang baru

Sekali lagi... selamat datang tahun baru
Tahun awal lahirnya perubahan
Meninggalkan kebiasaan masa lalu
Menyongsong niat dan langkah yang baru

Selamat datang tahun baru
Semuanya merayakanmu dengan suka cita
Berbagai cara untuk menyambutmu
Ada yang sederhana, ada juga terlalu hedonis

Selamat datang tahun baru
Tahun masehi lebih megah daripada hijriyah
Mengapa kita tak bisa berbuat adil
Adil untuk menyambut tahun baru

Antara tahun masehi dengan hijriyah
Mungkin kita tak pandai dalam memahaminya
Atau... tak tahu arti dari tahun baru
Tahun baru... awal dari perubahan

Selamat datang tahun baru
Tahun untuk memperbaiki diri
Tahun untuk mawas diri
Tahun untuk membuat perubahan baru

Tahun untuk menata niat baru yang lebih paripurna
Tahun untuk meningkatkan keimanan pada Tuhan YME
Tahun untuk mempertebal keislaman manusia
Tahun untuk menambah keikhsanan manusia

Selamat datang tahun baru
Bumi dan manusia menyambutmu dengan suka cita
Tahun untuk membuat rencana masa depan
Rencana yang maju dan terarah

Selamat datang tahun baru
Selamat datang masa depan
Selamat tinggal masa lalu
Tahun untuk menebarkan kebaikan dan perdamaian


Mojokerto, 1 Januari 2020
Dalam ruang kontemplasiku

Selasa, 17 Desember 2019

SEBUAH KATA


SEBUAH KATA
Oleh: Rosya Megawati

Sebuah kata
Kata yang mengandung makna
Ada yang tersirat dan tersurat
Kata yang terucap atau isyarat

Sebuah kata
Sebuah rasa dan pikiran
Sebuah identitas dan pengetahuan
Kadang tunggal, kadang ganda

Sebuah kata
Kata yang membahagiakan
Ada juga yang menyakitkan
Kata yang selalu berubah-ubah

Sebuah kata
Sebuah permainan, kadang janji
Kadang simbol komitmen dan kesetiaan
 Kadang bukti kearifan lisan

Sebuah kata
Kata sebagai bukti kebenaran
Kata yang selalu berucap kejujuran
Tapi, kadang berkawan dengan kebohongan

Sebuah kata
 Kadang sebuah harapan
Kadang juga sebuah sihir atau virus yang mematikan
Kata yang memiliki dua sisi yang berbeda

Sebuah kata
Kata yang dapat mendamaikan dan menyatukan
Kata yang dapat merukunkan manusia di bumi
Menciptakan ketentraman di bumi

Sebuah kata
Tapi, kata juga dapat mendatangkan perpisahan
Menciptakan huru-hara di bumi
Menyulutkan api pertengkaran diantara manusia

Sebuah kata
 Bisa jadi racun
Bisa juga jadi obat penawar racun
Bisa jadi senjata saling membunuh antar manusia

Sebuah kata penuh hikmah
Sebuah kata penuh fitnah
Sebuah kata menyatukan
Sebuah kata yang menceraikan

Sebuah kata yang tak sekedar kata
Kata bermakna bila terselimuti dengan kebenaran
Kata yang menyejukkan bila berkawan dengan kearifan
Kata yang santun bila menebarkan kebaikan


Mojokerto, 9 April 2019



SAJAK PEMUDA


SAJAK PEMUDA
SUARA PEMUDA UNTUK PEMUDA
Oleh:
Rosya Megawati

Ini tidak sekedar tulisan belaka
Tidak pula sebuah sajak tanpa makna
Bukan pula suara pepesan kosong
Ini adalah pesan untuk mereka

Mereka yang bekerja di balik kursi istana
Mereka yang ditempa dengan kemapanan istana
Mereka yang punya karya tanpa struktur birokrasi
Kini mereka berteman dengan struktur birokrasi

Ini pesan bagi mereka yang mewakili suara kita
Suara pemuda untuk pemuda Indonesia
Suara pemuda proletar untuk pemuda bangsawan
Sajak pemuda akar rumput pada pemuda mapan

Hai sahabat, hai saudaraku,
Dengarkanlah isi hati dan pikiran sahabatmu ini
Kami bangga akan adanya kalian di lingkaran istana
Kalian simbol inovasi dalam peradaban bangsa saat ini

Kalian sungguh beruntung bisa berkerja di lingkaran istana
Berkerja dan berkarya untuk bangsa dan negara tercinta
Gaji yang begitu fantastik di tengah hutang negara yang melambung tinggi
Para bangsawan dengan gaji puluhan juta

Tapi, di sisi lain ada guru honorer dengan gaji yang tak sewajarnya
Para kuli, buruh, tani, nelayan,
Terima gaji tak sebanding dengan kucuran keringat yang mereka keluarkan
Mereka pun sama dengan kalian, para kuli tenaga membangun bangsa

Bedanya, mereka bekerja dengan tenaga di tengah kemirisan dan kekurangan
Kalian bekerja dengan pikiran, ide, dan gagasan di tengah kemapanan istana
Hai pemuda, kami menaruh harapan besar pada kalian
Kita sama, sama-sama sebagai pemuda

Bedanya, kalian di dalam lingkaran istana dengan gaji fantastis
Dan kami, berada di luar lingkaran istana dengan gaji dibawah kemapanan
Bekerjalah dengan sungguh-sungguh
Perjuangkan suara-suara sahabat kita dari kalangan mahasiswa


Jangan hilangkan idealisme perjuangan kalian saat diluar lingkaran istana
Ingat... gaji kalian begitu besar hingga membuat belanja negara jadi bertambah
Jangan jadikan kemapanan istana sebagai benteng kebangsawanan kalian
Hai pemuda, tujuh staf khusus kepresidenan yang menuai kontroversi

Tunjukkan jika kalian ada, bangsa ini akan maju ditangan generani milenial
Buktikan apa yang telah dikatakan oleh Bung karno
Pemuda yang mencintai negerinya akan mampu menguasai dunia untuk bangsa Indonesia
Biarpun orang meremehkan kalian

Tapi... buktikan! Bahwa kalian bukanlah etalase politik istana
Bukan ornamen komunikasi politik istana
Bukan beban pembelanjaan negara
Bukan pula bagian dari kegaduan politik negeri ini

Lantangkan suara kalian untuk perubahan yang lebih baik dan maju
Sampaikan suara perjuangan kami pada pemimpin negeri ini
Tunjukkan inovasi milenial kalian untuk pembangunan jiwa dan raga bangsa ini
Jadikan kesempatan mulia itu untuk mewujudkan suara perjuangan pemuda proletar dan mahasiswa

Mojokerto, 26 November 2019
Dalam ruang kontemplasi


TERIMA KASIH GURUKU


TERIMA KASIH GURU
Oleh: Rosya Megawati

Terima kasih guru,                
Kau telah jadi pelita kehidupanku
Hidupmu kau korbankan demi masa depanku
Keringatmu sengaja bercucuran, demi membimbing jiwa dan ragaku

Terima kasih guru
Ilmumu kau tularkan padaku
Tanpa balas jasa atau pamrih
Kau antarkan kami melihat luasnya samuderah ilmu

Terima kasih guru
Kau bawa pikiran kami pada pintu nalar kritis
Kau kenalkan kami pada dunia yang luas
Kau perlihatkan pada kami tentang kehidupan yang fana

Terima kasih guru
Lisanmu memberikan energi penggugah semangat kami untuk maju
 Kasih sayangmu yang tulus dan sabar mendidik kami menjadi generasi bermartabat
Tanganmu tanda pertolongan untuk kami dari dunia kebodohan

Terima kasih guru
Kau ajarkan kami huruf dan angka
Hingga kami bisa membaca dan berhitung
Kau ajarkan kami tentang kebaikan dan keburukan

Hingga kami, mampu membedakan antara yang buruk dan baik
Terima kasih guru
Jasamu begitu bermakna bagi dunia generasi bangsa
Adamu jadi pintu utamaku untuk mengenal kebenaran

Terima kasih guru,
Selamat hari Guru Nasional
Semoga kau dan keluargamu bahagia selalu
Tetaplah jadi perisai anak-anak bangsa Indonesia

Mojokerto, 26 November 2019
Dalam ruang kontemplasiku


KEMANAKAH KEADILAN ITU


KEMANAKAH KEADILAN ITU
Oleh: Rosya Megawati

Kemanakah keadilan itu
Keadilan yang tak memandang jenis kelamin
Keadilan yang tak melibatkan tali kekerabatan
Keadilan yang tak menjadikan status profesi jadi alasan basi

Keadilan yang tak menimbang ini dan itu
Keadilan yang tak menghitung-hitung kalkulasi pekerjaan
Keadilan tanpa perdebatan
Keadilan yang saling pengertian dan peduli

Kemanakah aku harus menyuarakan keadilan yang hakiki
Kemanakah aku harus mencari keadilan sejati
Kemanakah keadilan dunia yang fana ini
Kemanakah manusia berhati adil dan arif itu

Dunia ini terlalu sesak dihuni oleh orang yang buta dan tuli
Buta akan keadilan, tuli akan kepekaan sosial dan kepedulian
Dunia ini sudah terlalu lama diam tak bersuara
Dinding-dinding kekuasaan dan semena-mena menebal tanpa cela

Tak ada yang berani menyuarakan keadilan
Mengkritik, memberontak pada penguasa yang amnesia
Bersuara memberi peringatan akan kelalaiannya tentang keadilan sosial
Kita tak butuh orang pintar yang lupa akan tanggung jawab sosial

Kita tak butuh orang bersurban tanpa kepekaan sosial
Tak butuh orang berdalil kitab suci tanpa memaknai dengan hati dan pikiran suci
Tak butuh orang yang banyak bicara basa-basi
Tak butuh orang yang suka mengumbar asumsi sampah

Kemanakah keadilan itu
Keadilan di hati orang yang peduli
Keadilan di pikiran orang yang cerdas nan mengerti
Keadilan di tangan orang yang arif dan perhatian

Keadilan di telinga orang yang menerima saran dan kritik sukarela
Keadilan di mata orang yang tulus dan jernih hatinya
Keadilan di tengah lingkungan yang saling menghargai dan mengasihi
Keadilan tanpa menimbang-nimbang tugas ini dan itu

Kupikir, aku yang salah karena menyuarakan keadilan dengan nada keras
Kupikir, aku yang bodoh karena tak tahu situasi dan kondisi
Kupikir, aku yang jahat karena pikiranku kelewat kritis dan radikal
Kupikir, aku yang jadi masalah karena suaraku terlalu keras untuk mengingatkan mereka

Mereka yang berlaga lupa akan tanggung jawabnya
Mereka yang merasa pintar dan sibuk akan tugas profesinya
Lalu lupa akan tugas kolektif kerjanya
Mereka yang berpura-pura menghindar dari kritikan dan saran kerasku

Kemanakah keadilan itu
Masih adakah keadilan sejati di lingkunganku
Masih adakah orang berhati adil dan arif di sekelilingku
Masih adakah sahabat yang mau menerima kritik dan saran kerasku

Kuharap masih ada orang yang tahu akan keadilan
Dan melaksanakan dengan segenap jiwanya
Kuharap ada orang yang memiliki kepekaan sosial dan setiakawan
Hingga mau menerima kritik dan saran sebagai pengingat lupa


Mojokerto, 17 Desember 2019
Dalam ruang kontemplasiku

BUKAN PEREMPUAN BIASA


BUKAN PEREMPUAN BIASA
Oleh: Rosya Megawati

Aku perempuan biasa
Bukan tentang pikiran
Semangat atau impian
Kita perempuan yang bebas dan merdeka

Perempuan yang memiliki mimpi
Perempuan tangguh dan pekerja keras
Perempuan yang bisa menebar cinta dan kedamaian
Perempuan yang memiliki kearifan untuk diri

Perempuan biasa, tetapi pikirannya luar biasa
Ia memiliki kemerdekaan bagi dirinya
Tak seorang pun yang bisa memasung kebebasannya
Aku, kau, dan mereka adalah perempuan luar biasa

Perempuan yang mampu membangun dunianya
Perempuan yang mampu menggenggam era
Perempuan yang mampu meluluhkan keangkuhan dunia
Perempuan yang mampu memperjuangkan mimpinya

Perempuan bukan perempuan biasa
Kita memiliki energi maju luar biasa
Jangan menyerahkan diri ini pada kemunafikan dunia
Diri ini terlalu berharga untuk kesia-siaan

Hai perempuan, jadikan dirimu berharga dan bermakna
Jadikan dirimu terhormat dan bermartabat di hadapan keangkuhan dunia
Jangan remehkan dirimu dan mimpimu
Jangan muda tergoda oleh romansa dunia yang semu

Kita bukan perempuan biasa
Kita perempuan pembawa perubahan
Kita perempuan perisai ibu pertiwi
Kita perempuan pembawa perisai cinta kasih dan perdamaian


Mojokerto, 7 Desember 2019
Dalam dimensi kontemplasiku