KEMANAKAH KEADILAN ITU
Oleh: Rosya Megawati
Kemanakah
keadilan itu
Keadilan
yang tak memandang jenis kelamin
Keadilan
yang tak melibatkan tali kekerabatan
Keadilan
yang tak menjadikan status profesi jadi alasan basi
Keadilan
yang tak menimbang ini dan itu
Keadilan
yang tak menghitung-hitung kalkulasi pekerjaan
Keadilan
tanpa perdebatan
Keadilan
yang saling pengertian dan peduli
Kemanakah
aku harus menyuarakan keadilan yang hakiki
Kemanakah
aku harus mencari keadilan sejati
Kemanakah
keadilan dunia yang fana ini
Kemanakah
manusia berhati adil dan arif itu
Dunia
ini terlalu sesak dihuni oleh orang yang buta dan tuli
Buta
akan keadilan, tuli akan kepekaan sosial dan kepedulian
Dunia
ini sudah terlalu lama diam tak bersuara
Dinding-dinding
kekuasaan dan semena-mena menebal tanpa cela
Tak
ada yang berani menyuarakan keadilan
Mengkritik,
memberontak pada penguasa yang amnesia
Bersuara
memberi peringatan akan kelalaiannya tentang keadilan sosial
Kita
tak butuh orang pintar yang lupa akan tanggung jawab sosial
Kita
tak butuh orang bersurban tanpa kepekaan sosial
Tak
butuh orang berdalil kitab suci tanpa memaknai dengan hati dan pikiran suci
Tak
butuh orang yang banyak bicara basa-basi
Tak
butuh orang yang suka mengumbar asumsi sampah
Kemanakah
keadilan itu
Keadilan
di hati orang yang peduli
Keadilan
di pikiran orang yang cerdas nan mengerti
Keadilan
di tangan orang yang arif dan perhatian
Keadilan
di telinga orang yang menerima saran dan kritik sukarela
Keadilan
di mata orang yang tulus dan jernih hatinya
Keadilan
di tengah lingkungan yang saling menghargai dan mengasihi
Keadilan
tanpa menimbang-nimbang tugas ini dan itu
Kupikir,
aku yang salah karena menyuarakan keadilan dengan nada keras
Kupikir,
aku yang bodoh karena tak tahu situasi dan kondisi
Kupikir,
aku yang jahat karena pikiranku kelewat kritis dan radikal
Kupikir,
aku yang jadi masalah karena suaraku terlalu keras untuk mengingatkan mereka
Mereka
yang berlaga lupa akan tanggung jawabnya
Mereka
yang merasa pintar dan sibuk akan tugas profesinya
Lalu
lupa akan tugas kolektif kerjanya
Mereka
yang berpura-pura menghindar dari kritikan dan saran kerasku
Kemanakah
keadilan itu
Masih
adakah keadilan sejati di lingkunganku
Masih
adakah orang berhati adil dan arif di sekelilingku
Masih
adakah sahabat yang mau menerima kritik dan saran kerasku
Kuharap
masih ada orang yang tahu akan keadilan
Dan
melaksanakan dengan segenap jiwanya
Kuharap
ada orang yang memiliki kepekaan sosial dan setiakawan
Hingga
mau menerima kritik dan saran sebagai pengingat lupa
Mojokerto, 17 Desember 2019
Dalam ruang kontemplasiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar