Selasa, 17 Desember 2019

KEMANAKAH KEADILAN ITU


KEMANAKAH KEADILAN ITU
Oleh: Rosya Megawati

Kemanakah keadilan itu
Keadilan yang tak memandang jenis kelamin
Keadilan yang tak melibatkan tali kekerabatan
Keadilan yang tak menjadikan status profesi jadi alasan basi

Keadilan yang tak menimbang ini dan itu
Keadilan yang tak menghitung-hitung kalkulasi pekerjaan
Keadilan tanpa perdebatan
Keadilan yang saling pengertian dan peduli

Kemanakah aku harus menyuarakan keadilan yang hakiki
Kemanakah aku harus mencari keadilan sejati
Kemanakah keadilan dunia yang fana ini
Kemanakah manusia berhati adil dan arif itu

Dunia ini terlalu sesak dihuni oleh orang yang buta dan tuli
Buta akan keadilan, tuli akan kepekaan sosial dan kepedulian
Dunia ini sudah terlalu lama diam tak bersuara
Dinding-dinding kekuasaan dan semena-mena menebal tanpa cela

Tak ada yang berani menyuarakan keadilan
Mengkritik, memberontak pada penguasa yang amnesia
Bersuara memberi peringatan akan kelalaiannya tentang keadilan sosial
Kita tak butuh orang pintar yang lupa akan tanggung jawab sosial

Kita tak butuh orang bersurban tanpa kepekaan sosial
Tak butuh orang berdalil kitab suci tanpa memaknai dengan hati dan pikiran suci
Tak butuh orang yang banyak bicara basa-basi
Tak butuh orang yang suka mengumbar asumsi sampah

Kemanakah keadilan itu
Keadilan di hati orang yang peduli
Keadilan di pikiran orang yang cerdas nan mengerti
Keadilan di tangan orang yang arif dan perhatian

Keadilan di telinga orang yang menerima saran dan kritik sukarela
Keadilan di mata orang yang tulus dan jernih hatinya
Keadilan di tengah lingkungan yang saling menghargai dan mengasihi
Keadilan tanpa menimbang-nimbang tugas ini dan itu

Kupikir, aku yang salah karena menyuarakan keadilan dengan nada keras
Kupikir, aku yang bodoh karena tak tahu situasi dan kondisi
Kupikir, aku yang jahat karena pikiranku kelewat kritis dan radikal
Kupikir, aku yang jadi masalah karena suaraku terlalu keras untuk mengingatkan mereka

Mereka yang berlaga lupa akan tanggung jawabnya
Mereka yang merasa pintar dan sibuk akan tugas profesinya
Lalu lupa akan tugas kolektif kerjanya
Mereka yang berpura-pura menghindar dari kritikan dan saran kerasku

Kemanakah keadilan itu
Masih adakah keadilan sejati di lingkunganku
Masih adakah orang berhati adil dan arif di sekelilingku
Masih adakah sahabat yang mau menerima kritik dan saran kerasku

Kuharap masih ada orang yang tahu akan keadilan
Dan melaksanakan dengan segenap jiwanya
Kuharap ada orang yang memiliki kepekaan sosial dan setiakawan
Hingga mau menerima kritik dan saran sebagai pengingat lupa


Mojokerto, 17 Desember 2019
Dalam ruang kontemplasiku

Tidak ada komentar:

Posting Komentar