ZAMANKU DAN ZAMANMU
Oleh: Rosya Megawati
Zamanku
dulu dengan zamanmu kini berbeda
Zaman
selalu berubah-ubah
Zaman
tak statis, tetapi dinamis
Zaman
berjalan mengikuti waktu yang berputar
Zamanku
dulu zaman kolonial
Generasinya
ya... generasi kolonial
Zamanmu
kini zaman digital
Generasinya
terkenal generasi milenial
Zamanku
dulu sangat sesak dan sempit untuk berkarya
Tapi...
zamanmu kini sungguh bebas dan luas untuk berkarya
Banyak
jalan dan cara untuk menyalurkan ide dan bakat
Pintu
terbuka lebar untuk menebarkan pikiran kritismu
Zamanmu
zaman serba teknologi modern
Membuat
manusia jadi mudah dalam melakukan apapun
Yang
jauh jadi dekat, yang dekat jadi jauh
Yang
lambat jadi cepat, yang mahal jadi murah
Semuanya
sangat tersedia di zamanmu serba praktis
Sungguh
beruntung, kau lahir di zaman milenial
Zaman
serba media sosial
Layanan
internet jadi primadona dikalangan milenial
Zaman
yang bisa kau kendalikan untuk berkarya
Zaman
yang bisa kau manfaatkan untuk membuka cakrawala pengetahuan seluas-luasnya
Zaman
yang bisa kau kemudikan untuk membawamu pada ruang berpikir yang logis dan
kritis
Zaman
yang bisa kau kuasai untuk menggenggam dan menaklukan dunia
Tapi...
zamanku dulu tak seperti itu
Akses
internet terbatas, bahkan tak ada
Kami
tak kenal dunia maya dan media sosial
Yang
kami kenal hanyalah bambu runcing dan mesin ketik kuno
Zamanku,
zaman penjajahan, zaman koloni
Ruang
gerak kami dipersempit, bahkan dimanfaatkan untuk kepentingan kaum penjajah
Kami
tak bisa melihat dunia seluas kau melihat dunia di zamanmu
Kami
tak bisa mengarungi samudera ilmu pengetahuan sebebas kau mendapatkannya di
zamanmu
Zaman
yang serba dikendalikan oleh kaum penjajah
Zaman
yang membuat kami asing di negeri kami sendiri
Zaman
yang membuat pikiran kami ditumpulkan dan dibodohkan
Zaman
yang menjadikan kami boneka kaum penjajah
Tapi,
kami tak ingin menyerah pada keadaan seperti itu
Kami
tak ingin pikiran kami ditumpulkan
Tak
ingin hidup dalam kebodohan dan kemiskinan ilmu
Kami
tak ingin jadi negeri terjajah
Negeri yang belum merdeka dan mandiri
Kami
ingin jadi manusia yang merdeka dan mandiri
Kami
ingin berpikir kritis, logis, dan cerdas
Kami
ingin melawan kaum penjajah untuk pergi dari negeri kami
Semangat
kami melampaui zaman kami
Semangat
kami mendorong untuk merobohkan keterbatas berpikir dan bergerak
Semangat
kami menuntun kami untuk melakukan gerakan sosial dan intelektual
Semangat
kami mampu mengusir penjajah dari ibu pertiwi
Kami
bisa menaklukan dunia di zaman yang serba terbatas
Kami
mampu membebaskan negeri dari tangan koloni di era yang tak modern
Kami
mampu mengemudikan dunia sesuai harapan kami
Kami
mampu menggenggam dunia untuk menggaungkan kebebasan dan kemerdekaan negeri
Tapi,
kini kau tak seperti kami dulu
Kau
justru terbawa arus hedonisme
Kau
tenggelam dalam lautan individualisme
Kau
terpesona dengan gemerlapnya lampu modernisasi era
Kau
menjadi budaknya kemajuan era
Kau
menjadi candu kesesatan teknologi
Kau
tanpa disadari menjadi bonekanya zaman modern
Kau
sendirilah yang menumpulkan pikiran dan hatimu demi eksis di dunia maya
Kau
hidup di dunia rekaan
Kau
bunuh dunia nyatamu dengan kebodohanmu demi popularitas di media sosial
Kau
lupa akan tugas dan tanggung jawabmu sebagai manusia
Kau
matikan sisi kemanusiaanmu demi dikatakan
anak gaul
Kau
lupa diri atas peranmu sebagai generasi muda bangsa
Kau
tumpulkan pikiran kritismu demi menjadi pelaku hedonis
Kau
menjelma bukan dirimu yang sebenarnya
Kau
hidup dalam kesemuan identitas
Kau
mudah tergilas oleh zaman
Kau
mudah dikendalikan oleh era yang tak terbatas
Kau
mudah terbawa arus tiruan dan rekaan
Kau
senang jadi duta dunia maya dan duta follower dunia hedonis
Mojokerto, 22 Januari 2020
Dalam ruang kontemplasiku
Tidak ada komentar:
Posting Komentar