Senin, 13 April 2020

PUISI ONANI DEMOKRASI


ONANI DEMOKRASI
Oleh: Rosya Megawati

Onani demokrasi yang terjadi
Tanah airku tak sesubur lagi
Pilar demokrasi mulai runtuh lagi
Tali bhinneka kembali tercerai-berai

Pancasila ternodai dengan watak kapitalisme kaum elit
Hak kami dirampas, dikebiri, dijajah
Negeri ini katanya sudah merdeka
Tapi, hak kami masih terjajah oleh pikiran kapitalis kaum elit

Wahai, pemimpinku
Lupakah kau akan janji manismu yang kau lontarkan pada kami
Tak ingatkah kau akan janji profesimu di hadapan kitab suci
Tak takutkah kau pada Tuhan yang jadi saksi akan sumpah jabatanmu

Wahai penguasa negeriku,
Apa yang kau inginkan dari kami yang papa
Hidup dalam bayang-bayang arogansi dunia
Kau tambah penderitaan kami dengan aturan yang menjajah

Lupakah kau bahwa kami bukan sampah yang harus dibuang
Kami yang hidup di bawah kolong langit
Kami yang hidup di jalanan
Kami yang hidup tanpa rumah dan harta benda

Kami hidup di bawah penderitaan yang menjadi-jadi
Kau tambah penderitaan kami dengan aturanmu
Kami yang tak pernah merasakan lezatnya nasi dan susu
Justru kau jadikan ladang memperkaya negara

Bukankah kami ini tanggung jawab negara untuk disejahterakan
Bukankah ini tugasmu untuk melayakkan hidup kami
Menyelamatkan hak kami untuk merasakan hidup sejahtera
Merasakan hidup makmur di negeri sendiri

Tapi, tidak sekali lagi tidak
Kami teronani oleh tangan besimu
Demokrasi negeriku kau rusak dengan pikiran arogan elitmu
Lagi-lagi pilar demokrasi kau robohkan dengan tangan kapitalismu


Demokrasi negeri ini kau onani
Simbol keadilan negeri ini kau rusak dengan tangan politik kotormu
Kau anggap suara kami seperti tong kosong tak berisi
Suara kebenaran kami kau anggap seperti angin lalu
Kau anggap aksi turun jalan kami sia-sia
Tak sesuai dengan kondisi yang ada
Tapi, bagi kami aksi itu adalah perjuangan
Pengorbanan dan perjuangan kami menegakkan keadilan di negeri ini

Aksi kami adalah tanda pengingat para wakil kami yang lupa diri
Aksi kami ialah perjuangan kami melawan oligarki koloni
Aksi kami mengingatkan kaum elit politik yang mempermainkan hidup kami
Mereka mempermainkan nasib kami atas dengan mengatasnamakan undang-undang

Wahai elit politik negeri ini
Jangan nodai negeri demokrasi dengan aturan koloni
Jangan kebiri demokrasi dengan akal bulusmu dengan mengatasnamakan perbaikan
Jangan kau robohkan pilar-pilar demokrasi dengan tangan besimu

Ini negeri demokrasi
Tetaplah seperti itu
Ini negeri Pancasila
Lihatlah, pahami, dan laksanakan amanah yang kau emban... wahai pemimpinku

Mojokerto
Dalam ruang kontemplasiku



Tidak ada komentar:

Posting Komentar