Senin, 13 April 2020

PUISI SUARA ORANG PINGGIRAN


SUARA ORANG PINGGIRAN
Oleh: Rosya Megawati

Suara orang pinggiran yang tak terdengar
Dalam dinding-dinding istana
Dalam telinga sang raja
Dalam hati para senator

Ini suara orang yang terpinggirkan
Hidup di tengah wabah penyakit mengerikan
Tak tahu kapan akan berakhir
Hidupnya jadi tergantung dan terlunta-lunta

Dengarkanlah suara minta tolong
Wahai sang raja
Rakyatmu butuh welas asihmu dan tangan adilmu
Jangan matikan pekerjaan kami

Ini suara kami, orang-orang yang terpinggirkan
Kapan kesulitan ini hilang
Kapan virus ini sirna dari bumi pertiwi kami
Kapan kami bisa hidup normal dan aman

Kapan kami bisa kembali ke bangku sekolah
Merasakan indahnya bersama guru dan teman kami
Bermain dan belajar seperti dulu lagi
Kami rindu buku dan suasana sekolah kami

Kapan kami bisa bekerja dengan nyaman
Merasakan indahnya bersama teman, kawan, dan sahabat
Merasakan suka dan duka di dunia kerja kami
Kami rindu pekerjaan kami yang dulu

Kami ingin bekerja tanpa ada rasa takut karena pandemi
Kami ingin hidup dengan sejahtera tanpa rasa takut dan panik
Kami ingin hidup bermasyarakat secara aman dan normal
Kami ingin bebas dari pandemi yang membui hidup kami

Kapan ini berakhir... wahai rajaku
Rakyatmu menantikan welas asihmu dan tangan lembutmu
Membantu kami yang terlunta-lunta
Gara-gara virus yang merajalela

Jangan biarkan kami hidup dalam kebodohan
Karena corona
Jangan biarkan kami hidup dalam kemiskinan
Karena pandemi corona
Jangan biarkan kami hidup dalam kekufuran
Karena virus itu yang telah meluluhlantahkan hak hidup kami

Ini suara orang-orang pinggiran
Yang menggantungkan hidupnya dari jalanan
Dari kedai kopi
Dari toko dan perdagangan

Ini suara orang pinggiran
Yang tak bisa hidup di rumah saja
Pekerjaan kami adanya di luar rumah
Pekerjaan yang jadi nafas hidup kami

Kami bukanlah pekerja televisi yang upahnya setinggi langit
Kami bukanlah PNS yang hidupnya terjamin oleh negara
Meski mereka bekerja dirumah
Kami pun bukanlah pekerja seni yang bisa menggelar pertunjukan melalui gadget

Wahai rajaku... dengarlah suara kami
Suara orang-orang pinggiran
Yang hidup di pinggir jalan dan luar rumah
Kami menantikan tangan adilmu dan kasihmu

Ini suara kami... oarng-orang pinggiran
Ekonomi kami bergantung pada roda jalanan
 Hidup kami tak bisa dibatasi di dalam rumah saja
Beri kami saran yang adil dan pasti untuk kesejahteraan hidup kami

Mojokerto, 31 Maret 2020
Dalam ruang kontemplasiku


Tidak ada komentar:

Posting Komentar