POTRET PENGABDIAN BU EEN SUKAISI
TERHADAP PENDIDIKAN DI TENGAH ARUS PRAGMATISASI PENDIDIKAN
“
Guru adalah pahlawan tanpa tanda jasa. Guru ibarat bulan purnama yang telah
menyinari dunia ini dari kegelapan. Guru tak pernah mengenal kata lelah untuk mengamalkan
ilmunya dalam membebaskan generasi muda bangsa dari kebodohan. Guru yang selalu
mengajari anak-anak didiknya tentang kehidupan. Uluran tangan guru ibarat
berlian yang selalu menyilaukan mata yang memandang “.
Kata-kata
mutiara di atas sangatlah tepat untuk ditujukan kepada bu Een sukaisi “Sang Inspirator dari Sumedang“. Mungkin
sangatlah sulit mencari sosok guru seperti bu
Een di negeri ini, ibarat mencari jarum di dasar lautan. Bu Een sukesi
adalah manusia biasa yang sama seperti guru-guru pada umumnya, yakni sama-sama
memiliki unsur-unsur intelektualitas, pedagogik, dan unsur-unsur lain yang
diperlukan oleh seorang guru. Namun, beliau memiliki nilai plus yang jarang
dimiliki oleh guru di Indonesia, yakni nilai pengabdian yang militan dan ketulusan
dalam mencerdaskan generasi-generasi bangsa tanpa pamrih. Beliau seperti rumput
ilalang yang disulap menjadi berlian. Melihat fenomena yang terlukiskan di
lembaran-lembaran sejarah peradaban bangsa Indonesia yang mengindikasikan
adanya krisis figur seorang guru teladan bagi peserta didiknya, maka kehadiran
bu Een sukesi telah menjadi oase di tengah padang pasir yang tandus.
Pengejawantahan bu Een sukesi telah menepis segala fenomena paradigmatik
masyarakat tentang kepribadian guru di Indonesia.
Bu een adalah
manusia biasa yang diberi oleh Allah swt., sebuah anugrah yang luar biasa,
yakni kedayaan atau kekuatan fisik maupun psikis dalam membantu murid-muridnya
untuk mengajari tentang segala macam ilmu pengetahuan, meskipun beliau dalam kondisi
fisik yang lumpuh total hingga tak berdaya untuk menggerakkan seluruh anggota
badannya, hanya bisa berbicara dengan lancar. Beliau memiliki semangat juang
yang sangat tinggi untuk mencerdaskan anak-anak bangsa yang memiliki cita-cita
dan masa depan yang cerah. Apa yang dilakukan oleh bu Een hanyalah semata-mata
sebagai bentuk pengabdian beliau terhadap pendidikan di negeri ini, meskipun
beliau tidak mendapatkan materi seperti layaknya guru pada umumnya yang selalu
mendapatkan tunjangan keprofesian dan gaji. Sungguh beliau merupakan guru
teladan yang dapat dijadikan inspirasi bagi guru-guru di Indonesia.
Dewasa ini,
banyak guru di negeri ini yang tidak murni menggeluti dunia pendidikan sebagai
suatu proses pengabdian diri terhadap negara, tetapi dijadikan sebagai media
untuk mencari penghidupan yang selayak-layaknya. Banyak sekali upaya yang
dilakukan oleh pemerintah dalam meningkatkan kesejahteraan serta kemakmuran
guru sebagai pahlawan dalam mencerdaskan kehidupan berbangsa dan bernegara,
seperti adanya sertifikasi guru, memberikan tunjangan keprofesian, gaji yang
dinaikkan, memberikan kesempatan untuk mengikuti tes PNS, dan lain-lain. Adanya
fenomena seperti itu telah mengakibatkan guru-guru di Indonesia tidak fokus
dalam melaksanakan substansi dari pendidikan, yakni tidak hanya sekedar
mentransforkan ilmu pengetahuan tertentu saja, tetapi juga mendidik,
membimbing, mengarahkan, serta mengajarkan nilai-nilai kebaikan terhadap
peserta didik secara professional. Selain itu, taraf pengabdian di dalam
sanubari mereka mengalami degradasi akut. Apa
yang mereka lakukan di dalam dunia pendidikan juga mengubah
paradigma mereka yang merlabuh pada
paradigma pragmatis dan materialitis.
Sebenarnya tidak
salah ketika guru-guru di Indonesia menuntut atau berupaya untuk mendapatkan
penghidupan yang layak menuju suatu kesejahteraan atau kemakmuran hidup mereka
dengan berbagai macam cara apapun. Hal itu menjadi hak dari mereka sebagai
bentuk terima kasih negara terhadap guru-guru di Indonesia karena ikut serta
dalam mewujudkan cita-cita kemerdekaan Indonesia, yakni mencerdaskan kehidupan
bangsa. Akan tetapi, apa yang dikejar oleh mereka tidak melunturkan nilai-nilai
profesionalisme dan pengabdian mereka terhadap pendidikan di negeri ini. Namun,
realita yang terjadi tidak relevan dengan teoritik keilmuan. Banyak guru yang
menuntut haknya tetapi melalaikan kewajibannya sebagai pendidik generasi muda.
Guru seyogiyanya mampu menjadi suri tauladan bagi peserta didiknya, baik dalam
hal akhlaqnya maupun intelektualnya. Apa yang tercover di dalam diri para guru
merupakan upaya motivasi ekstern untuk generasi muda agar selalu termotivasi
untuk meningkatkan semangat belajar dalam mencapai cita-cita dan masa depannya
demi kemakmuran bangsa Indonesia.
Inilah potret
perbandingan antara bu Een sukesi dengan guru-guru di Indonesia meskipun tidak
semuanya yang berorientasi pada pragmatisasi atau materialisasi bukan pada
nilai profesionalisme dan pengabdian yang luhur terhadap pendidikan di
Indonesia di tengah dunia globalisasi. Bu een sukesi merupakan salah satu
contohdari sedikit orang yang ditinggikan oleh Allah swt., derajatnya karena
ilmunya yang bermanfaat untuk semuanya serta didukung oleh niatnya yang tulus
dalam mengabdikan hidupnya untuk menolong sesamanya dalam kebaikan. Allah swt.,
telah memberikan pesan tertulis kepada umatnya di dalam QS. Al-Mujadalah ayat
11 yang artinya
Hai
orang-orang beriman apabila dikatakan kepadamu: "Berlapang-lapanglah dalam
majlis", maka lapangkanlah niscaya Allah akan memberi kelapangan untukmu.
Dan apabila dikatakan: "Berdirilah kamu", maka berdirilah, niscaya
Allah akan meninggikan orang-orang yang beriman di antaramu dan orang-orang
yang diberi ilmu pengetahuan beberapa derajat. Dan Allah Maha Mengetahui apa
yang kamu kerjakan.
Ayat
tersebut menjelaskan bahwa hanya orang-orang yang beriman dan berilmu menjadi
satu kesatuan secara utuh yang akan ditinggikan derajatnya oleh Allah swt.,
untuk manusia di muka bumi ini karena mereka mengamalkan ilmunya, baik untuk
dirinya sendiri, masyarakat, bangsa dan negara. Hal itu telah terjadi pada bu
Een sukesi yang telah diberikan oleh Allah swt., berupa anugrah yang tak
ternilai harganya atas segala pengabdian beliau terhadap bangsa ini. Anugrah tersebut ialah beliau mendapatkan
hadiah dari SCTV berupa menjalankan
kewajiban umat Islam yang terakhir, yakni berangkat haji yang diterima oleh
beliau saat diwawancarai oleh SCTV bersama bapak presiden RI , yakni Susilo
Bambang Yudoyono dan Ibu negara, yakni Ani Yudoyono di istana kepresidenan RI.
Selain itu, bu Een juga mendapatkan penghargaan dari ajang bergengsi, yakni
Liputan 6 Awards dengan katagori Inspirator, serta murid-muridnya yang
berprestasi tetapi tidak mampu dalam hal ekonomi akan mendapatkan beasiswa
untuk melanjutkan ke perguruan tinggi negeri yang dibiayai oleh negara, dan
masih banyak lagi anugrah yang beliau terima sebagai hasil dari jerih payah
pengabdiannya.
Seharusnya
para guru di Indonesia mulai detik ini juga harus membuka mata hati, telinga,
dan pikiran mereka tentang substansi pendidikan, profesionalisme guru, serta
nilai pengabdian yang tak bisa diukur dengan materi atau finansial. Guru
sebagai inspirator, motivator, orator bagi generasi muda agar mereka menjadi
pemuda yang mampu mewujudkan pembangunan nasional secara komprehensif dan
evolutif. Apa yang kita lakukan tidak selamanya dapat di ukur dengan materi
karena sejatinya tujuan substansi hidup ini bukanlah mengejar sebuah materi
tetapi yang harus kita raih ialah nilai pengabdian yang paling berharga
daripada berlian yang paling mahal sekalipun. Cermatilah kata-kata mutiara ini
: “ Guru yang biasa ialah guru yang
berbicara, guru yang bagus ialah guru yang mengajar, guru yang hebat ialah guru
yang mampu mendemonstrasikan, tetapi guru yang agung ialah guru yang mampu
menjadi inspirator bagi peserta didiknya “. Pengabdian tidak akan pernah
luntur meskipun kondisi fisik tidak memungkinkan untuk digerakkan asalkan nafas
kita masih ada dan jantung kita masih berdetak secara stabil. Nilai perjuangan
dan pengabdianlah yang tulus akan mengantarkan kita pada kebahagian yang
hakiki, yakni dunia dan akhirat. Belajarlah dari bu Een sukesi!
BIODATA PENULIS
Nama : Rosya
Megawati
Tempat, Tanggal
Lahir : Surabaya, 10 Agustus
1990
Alamat :
Jl. Brigjen Katamso II, Waru, Kabupaten Sidoarjo (UNSURI)
Semester : VIII
Prodi/Fakultas : Pendidikan Agama
Islam ( PAI ) Fak. Agama Islam ( FAI )
Nama Universitas : Universitas Sunan Giri
Surabaya, Waru Sidoarjo
No. Hp :
083849430324/ 085330536035
Alamat Email : rosya_mega@yahoo.com
Alamat Facebook : Rosya Mawa
Alamat Twitter : @mega_rosya
Pengalaman
Organisasi : Aktivis PMII
SIDOARJO
Tidak ada komentar:
Posting Komentar